Dukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): UNY Bekali Guru Kimia Kota Magelang Pembelajaran Adsorpsi Berbasis Lingkungan

Magelang, 25 Juli 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) menyelenggarakan workshop dan pendampingan bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia Kota Magelang pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut diikuti oleh 30 guru kimia dan mengangkat tema pembelajaran adsorpsi sebagai konteks kimia anorganik dan lingkungan dalam pembelajaran kimia SMA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pedagogis guru dalam mengembangkan pembelajaran kimia yang lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Adsorpsi dipilih sebagai konteks karena dapat menghubungkan konsep-konsep kimia dengan persoalan lingkungan, seperti kualitas air, pencemaran, penjernihan air, pemanfaatan material adsorben, dan pengolahan limbah sederhana. Program ini sejak awal dirancang untuk membantu guru menjembatani konsep kimia yang bersifat abstrak dengan fenomena nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Workshop menghadirkan Prof. AK Prodjosantoso, Ph.D. dan Isti Yunita, Ph.D. sebagai narasumber. Prof. AK Prodjosantoso, Ph.D. memberikan penguatan mengenai konsep dasar adsorpsi, karakteristik material adsorben anorganik, faktor-faktor yang memengaruhi proses adsorpsi, serta contoh penerapannya dalam bidang lingkungan. Materi tersebut kemudian diperkaya melalui sesi yang dipandu Isti Yunita, Ph.D. mengenai strategi mengintegrasikan konsep adsorpsi ke dalam pembelajaran kimia di SMA.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh penguatan materi kimia, tetapi juga didorong untuk melihat adsorpsi sebagai konteks pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan berbagai topik dalam kurikulum kimia SMA. Dalam rancangan program, konsep adsorpsi dapat dihubungkan dengan materi larutan, koloid, ikatan kimia, reaksi kimia, energi, laju reaksi, maupun sifat-sifat material. Guru dengan demikian tidak harus menambahkan materi baru, tetapi dapat menggunakan fenomena lingkungan untuk memperkaya cara siswa memahami konsep kimia.

Pelaksanaan workshop secara hybrid memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara fleksibel sekaligus tetap mempertahankan interaksi antara narasumber dan peserta. Selain paparan materi, kegiatan diisi dengan diskusi mengenai penerapan konsep adsorpsi di kelas, pengembangan contoh soal dan konteks pembelajaran, serta refleksi terhadap kebutuhan guru dalam mengembangkan pembelajaran kimia berbasis isu lingkungan. Rancangan awal kegiatan memang menempatkan sesi paparan konsep oleh Prof. AK Prodjosantoso, Ph.D. dan diskusi penerapan pembelajaran bersama Isti Yunita, Ph.D. sebagai bagian utama program.

Pendampingan juga diarahkan agar guru mampu mengembangkan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan secara nyata di sekolah. Perangkat tersebut dapat berupa modul ringkas, LKPD, skenario pembelajaran, media demonstrasi, maupun panduan praktikum sederhana dengan memanfaatkan bahan yang aman, mudah diperoleh, dan sesuai dengan keterbatasan fasilitas laboratorium sekolah. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan siswa untuk belajar kimia melalui observasi, eksperimen, diskusi, dan penyelesaian masalah lingkungan secara kontekstual.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UNY terhadap agenda Pendidikan Berkualitas dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan kompetensi guru merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Melalui peningkatan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, eksperiensial, dan berorientasi pada pemecahan masalah, siswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus mengembangkan literasi sains dan kepedulian terhadap lingkungan. Proposal kegiatan juga secara khusus menempatkan SDG 4 – Pendidikan Berkualitas sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan yang disasar.

Melalui kolaborasi bersama MGMP Kimia Kota Magelang, FMIPA UNY berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan workshop, tetapi berkembang menjadi praktik pembelajaran yang diterapkan dan direplikasi di sekolah. Penguatan peran MGMP sebagai komunitas belajar profesional diharapkan dapat mendorong guru untuk terus berbagi praktik baik, mengembangkan perangkat pembelajaran bersama, serta menghadirkan pembelajaran kimia yang semakin relevan dengan kehidupan dan tantangan lingkungan.

Dengan demikian, workshop ini menjadi salah satu bentuk nyata transfer keilmuan dari perguruan tinggi kepada sekolah sekaligus upaya memperkuat kualitas pembelajaran kimia melalui peningkatan kompetensi guru sebagai ujung tombak pendidikan.