Laboratorium Kimia Anorganik dan Fisik

Struktur Pengelola

Kepala Laboratorium: Drs. M. Pranjoto Utomo, M.Si. 

Laboran: Kadiyatna, S.Tr.A.B.

Tentang Laboratorium 

Laboratorium Kimia Anorganik dan Fisik merupakan fasilitas pendukung utama dalam pelaksanaan praktikum, penelitian, dan pengembangan keilmuan di bidang kimia anorganik dan kimia fisika. Laboratorium ini dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis eksperimen serta riset yang berfokus pada bidang anrogranik seperti sintesis, karakterisasi, dan aplikasi senyawa anorganik, serta prinsip-prinsip fisika dalam sistem kimia, meliputi termodinamika, kinetika, elektrokimia, dan kimia permukaan.

Fungsi: 

  • Fungsi Pendidikan
    Menyelenggarakan praktikum dan pelatihan keterampilan dasar sintesis serta karakterisasi senyawa anorganik, dan memahami konsep termodinamika, kinetika, elektrokimia, dan kesetimbangan kimia melalui pendekatan eksperimental bagi mahasiswa S1 Kimia.

  • Fungsi Penelitian
    Mendukung penelitian dosen dan mahasiswa dalam bidang kimia anorganik, meliputi: kimia koordinasi, kimia unsur, spengembangan material anorganik, dan dalam bidang kimia fisika, diantaranya kinetika reaksi, elektrokimia, kimia permukaan, dan sistem energi.

  • Fungsi Pengembangan Keilmuan
    Menjadi pusat pengembangan metode sintesis dan karakterisasi material anorganik yang aplikatif dan inovatif serta dalam pengolahan data numerik, analisis grafik, serta interpretasi hasil eksperimen secara ilmiah.

  • Fungsi Layanan Akademik
    Memberikan dukungan penggunaan instrumen dan fasilitas laboratorium untuk tugas akhir dan penelitian kolaboratif.

Fasilitas 

Laboratorium Kimia Anorganik dilengkapi dengan:

  • Fume hood

  • Oven dan furnace suhu tinggi

  • Timbangan analitik

  • Magnetic stirrer dan hot plate

  • Peralatan gelas standar laboratorium

Kegiatan Praktikum

Laboratorium ini digunakan untuk praktikum mata kuliah:

  • Kimia Anorganik Dasar

  • Kimia Koordinasi

  • Kimia Unsur

  • Kimia Material

  • Kimia Fisika I (Termodinamika Kimia)

  • Kimia Fisika II (Kinetika dan Elektrokimia)

  • Metode Instrumentasi Dasar

Standar Keselamatan Kerja

Laboratorium Kimia Anorganik dan Fisika menerapkan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), meliputi:

  • Penggunaan jas laboratorium dan APD wajib

  • Briefing keselamatan sebelum praktikum

  • Pengelolaan limbah kimia sesuai prosedur

  • Larangan makan, minum, dan penggunaan sandal terbuka

  • Sistem penanganan keadaan darurat