Wujudkan SDGs Melalui Kimia Terapan: Departemen Pendidikan Kimia UNY dampingi Pelatihan Sabun Jeruk Nipis di Pondok Pesantren Al I'Tisham Gunungkidul

GUNUNGKIDUL – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis lingkungan di lingkungan pesantren, Departemen Pendidikan Kimia bekerja sama dengan pengurus Pondok Pesantren Al I’Tisham melaksanakan kegiatan pendampingan pembuatan sabun cuci piring dengan ekstrak jeruk nipis. Kegiatan tersebut diselenggarakan di kampus yang berlokasi di Playen Gunungkidul pada Sabtu (25/7/2026) dengan tim PKM terdiri dari Dini Rohmawati, Ph.D., Prof. Dr. Sri Handayani, M.Si., dan Dra Cornelia Budimarwanti, M.Si.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh puluhan santri dan pengurus pesantren. Tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis pembuatan sabun yang ekonomis dan berkualitas, pelatihan ini juga dirancang untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pelatihan yang berlangsung sejak pagi hari ini mempraktikkan proses pembuatan sabun pembersih yang memanfaatkan bahan alami dari jeruk nipis. Kandungan asam sitrat alami pada jeruk nipis dikenal efektif meluruhkan lemak membandel sekaligus memberikan aroma segar alami tanpa bergantung pada zat kimia sintetis berlebih.

Wujud Nyata Kontribusi Terhadap SDGs

Kegiatan pendampingan ini secara langsung mengintegrasikan beberapa poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:

  • SDGs Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Melalui pelatihan keterampilan ini, santri dibekali jiwa kewirausahaan (santripreneur). Produk sabun yang dihasilkan berpotensi untuk diproduksi secara massal untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren maupun dipasarkan ke masyarakat sekitar sebagai sumber pendapatan baru.
  • SDGs Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Penggunaan bahan alami jeruk nipis dan formulasi yang lebih ramah lingkungan membantu mengurangi pembuangan limbah kimia berbahaya ke ekosistem air lokal Gunungkidul.
  • SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas): Memberikan akses pendidikan praktis dan pelatihan vokasi berbasis sains sederhana kepada para santri di luar kurikulum formal.

Produk sabun cuci piring hasil karya para santri ini diharapkan dapat langsung dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dapur dan asrama pondok secara mandiri, sekaligus menjadi langkah awal lahirnya unit usaha baru berbasis pesantren. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Pondok Pesantren Al I’Tisham mampu menjadi agen perubahan aktif dalam merespons isu-isu lingkungan dan keberlanjutan global.